Halmahera Utara,detiknusa.com – Program penanaman mangrove yang dilakukan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) bersama pemerintah dan masyarakat di pesisir Desa Kao, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, membuahkan hasil menggembirakan.
Sebanyak 600 bibit mangrove yang ditanam pada Juni 2023 di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Kao kini tumbuh dengan tingkat keberhasilan mencapai sekitar 90 persen.(20/6/2026).
Mangrove yang ditanam di area seluas kurang lebih 0,8 hektare itu kini menghijaukan kawasan Sungai Naul dan menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa serta biota perairan.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi NHM dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku Utara, DLH Kabupaten Halmahera Utara, Pemerintah Desa Kao, dan Komunitas Green Kaidati.
Selain memperbaiki kondisi lingkungan pesisir, keberadaan mangrove juga berperan penting dalam mencegah abrasi dan melindungi wilayah pesisir dari ancaman kenaikan muka air laut.
Sebelum dilakukan rehabilitasi, kawasan pesisir Desa Kao termasuk wilayah yang rentan mengalami abrasi dan kerusakan lingkungan.
Kini, kondisi pesisir dinilai jauh lebih baik berkat kerja sama berbagai pihak dalam menjaga dan mengelola kawasan tersebut secara berkelanjutan.
Ketua Komunitas Green Kaidati, Zainudin Hongi, mengapresiasi dukungan yang diberikan NHM dalam pengelolaan KEE Kao.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui usaha pembibitan mangrove.
“NHM telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dalam peningkatan kualitas lingkungan maupun peluang ekonomi melalui penjualan bibit mangrove,” katanya.
Sebagai bagian dari program keberlanjutan perusahaan, NHM juga membantu pengembangan kapasitas masyarakat melalui penyediaan berbagai sarana pendukung pembibitan.
Fasilitas yang diberikan antara lain pembangunan gazebo, instalasi listrik, fasilitas sanitasi, dan tandon air.
Selain itu, NHM turut mendukung pengembangan pembibitan mangrove hingga mencapai 4.300 bibit yang dilakukan secara bertahap.
Superintendent Lingkungan Departemen Health Safety & Environment (HSE) NHM, Rosmini Djufri, berharap kawasan mangrove di Desa Kao dapat terus terjaga sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami berharap kawasan mangrove ini dapat terus terjaga dan memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat. NHM berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan komunitas lokal dan pemerintah daerah dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Halmahera Utara,” ujar Rosmini.
Selain berfungsi menjaga ekosistem pesisir dan menyerap emisi karbon, kawasan mangrove di Desa Kao juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata berbasis masyarakat. (Tim)












