Halmahera Utara,detiknusa.com – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli mulai menjalankan program penanganan gizi bagi balita di wilayah lingkar tambang Gosowong sebagai bagian dari dukungan terhadap percepatan penurunan angka stunting nasional. (1/5/2026).
Program tersebut difokuskan pada upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan melalui pemenuhan kebutuhan gizi balita serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.
Pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, khususnya Dinas Kesehatan, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat di wilayah sasaran.
“Program ini bertujuan membantu menurunkan jumlah kasus stunting di wilayah operasional perusahaan melalui pendekatan yang terukur dan berkelanjutan,” demikian disampaikan dalam keterangan NHM.
Tahap awal program diawali dengan koordinasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Utara untuk memperoleh data balita penderita stunting yang berasal dari enam puskesmas di wilayah lingkar tambang.
Data tersebut kemudian diverifikasi langsung di lapangan oleh Koordinator Lapangan dan Tim Medis NHM Peduli guna memastikan kondisi aktual balita yang menjadi sasaran program.
Sejak 23 April 2026, program mulai dijalankan melalui pemberian susu formula dan makanan bergizi sesuai standar kesehatan yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaannya, NHM juga melibatkan kader PKK tingkat kecamatan dan desa untuk memperkuat peran masyarakat dalam mendukung perbaikan gizi balita.
Dokter Pendamping NHM Peduli, dr. Samsul, mengatakan pendekatan program tidak hanya berfokus pada pemberian asupan gizi, tetapi juga pemantauan perkembangan anak secara menyeluruh.
“Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya berfokus pada pemberian asupan gizi, tetapi juga memastikan setiap anak dipantau perkembangannya secara berkala, sehingga langkah yang diambil dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah tahap pemberian asupan selama 60 hari, akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap status gizi dan kesehatan balita sasaran dengan melibatkan dokter spesialis.
Evaluasi tersebut bertujuan mengidentifikasi kondisi kesehatan serta faktor-faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak secara lebih mendalam. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut yang lebih tepat sasaran bagi setiap anak penerima program. (Tim)






