Halmahera Utara, detiknusa.com – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Pemda Halut) memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui aksi penanaman mangrove di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Desa Kao, Selasa (28/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 sekaligus implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara berkelanjutan di wilayah lingkar tambang.(31/7/2026).
Aksi penanaman mangrove tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta komunitas pengelola kawasan mangrove sebagai bentuk sinergi dalam menjaga ekosistem pesisir Halmahera Utara.
Hadir dalam kegiatan itu Wakil Direktur Operasi sekaligus Kepala Teknik Tambang (KTT) NHM Rara Dodo Lawolo (Rado), Manajer Departemen HSE Widi Wijaya, Superintendent Environment Rosmini Djufri, Cost Control NHM Peduli Fenny Baud, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara Yudihart Noya, perwakilan Kejaksaan Negeri Halmahera Utara, Camat Kao Dedy Hendrik Mayoru, Kapolsek Kao Ipda Iskandar A. Tjuida, Danramil Kao Kapten Inf. Frans Komea, Pemerintah Desa Kao, serta Komunitas Green Kaidati selaku pengelola KEE.
Dalam sambutannya, Rado menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Pemerintah Kecamatan Kao, hingga Pemerintah Desa Kao yang terus memberikan dukungan terhadap berbagai program pelestarian lingkungan di wilayah lingkar tambang maupun di Halmahera Utara secara umum.
Mewakili Direksi dan Manajemen NHM, ia menegaskan perusahaan akan terus mengambil peran aktif dalam mendorong implementasi aspek ESG melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat.
“Ekosistem mangrove memiliki peran strategis dalam menyerap emisi karbon, mencegah abrasi, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang menjadi penopang kehidupan masyarakat sekitar. Melalui Komunitas Green Kaidati, NHM juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal melalui dukungan infrastruktur pembibitan mangrove dan pengembangan potensi ekowisata di masa depan,” ujar Rado.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara, Yudihart Noya, yang mewakili Bupati Halmahera Utara, menyampaikan apresiasi kepada NHM yang menjadi tuan rumah peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 yang dipusatkan di KEE Desa Kao.
Menurutnya, kegiatan bertema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperkuat perlindungan ekosistem pesisir dan keanekaragaman hayati.
“Manfaat pelestarian mangrove tidak hanya berdampak pada keberlanjutan ekosistem, tetapi juga pada perlindungan keanekaragaman hayati yang hidup di dalamnya, termasuk burung Mamua yang berkembang biak di kawasan ini,” kata Yudihart.
KEE Mangrove Desa Kao sendiri memiliki nilai ekologis yang tinggi. Kawasan ini mampu menyimpan karbon sekitar empat hingga sepuluh kali lebih banyak per hektare dibandingkan hutan tropis. Selain itu, kawasan tersebut menjadi habitat sekaligus lokasi pembiakan alami berbagai spesies ikan, udang, burung, dan biota laut lainnya yang berperan penting dalam menjaga ketahanan ekosistem pesisir.
Ketua Komunitas Green Kaidati, Zainudin Hongi, turut mengapresiasi kolaborasi antara NHM dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dalam mendukung pengelolaan kawasan mangrove tersebut.
Ia berharap kebutuhan bibit mangrove dari NHM, pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya dapat melibatkan Komunitas Green Kaidati sehingga mampu menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Dengan adanya permintaan bibit mangrove secara berkelanjutan, anggota komunitas dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, NHM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pelestarian lingkungan, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan masyarakat di Halmahera Utara sebagai bagian dari implementasi prinsip ESG yang berkelanjutan dan berstandar global.(Tim)











