Halmahera Utara,detiknusa.com – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor pertambangan melalui kolaborasi dengan Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia Student Chapter Universitas Negeri Gorontalo (MGEI-SC UNG).(7/8/2026)
Komitmen tersebut diwujudkan melalui webinar bertajuk “Peran Geokimia dari Tahap Eksplorasi hingga Ekstraksi – Perilaku Unsur dan Hubungan Geokimia dalam Sistem Epitermal Emas Sulfidasi Rendah” yang digelar secara daring pada Rabu 29/7/2026.
Dalam webinar itu, NHM menghadirkan Superintendent Geology Production, Dharma Irwanda, sebagai pembicara utama. Ia menjelaskan bahwa geokimia memiliki peran strategis dalam setiap tahapan pertambangan, mulai dari eksplorasi, karakterisasi bijih, hingga proses ekstraksi.
Menurut Dharma, keberhasilan eksplorasi dan pengolahan emas tidak hanya bergantung pada pemahaman geologi, tetapi juga pada validitas data melalui Quality Assurance/Quality Control (QA/QC), pemanfaatan teknologi analisis modern, serta pendekatan multidisiplin dalam pengambilan keputusan.
“Tantangan eksplorasi emas saat ini semakin kompleks sehingga pemanfaatan data geokimia secara optimal menjadi salah satu kunci dalam menemukan mineralisasi baru sekaligus meningkatkan efisiensi pengolahan bijih,” kata Dharma.
Ia menambahkan, sinergi antara pemahaman geologi dasar, validasi data melalui QA/QC, dan penggunaan alat analitik modern merupakan faktor utama untuk meningkatkan efisiensi pertambangan emas.
“Ke depan, saya berharap penerapan ilmu geokimia di industri pertambangan Indonesia dapat semakin terintegrasi secara menyeluruh, mulai dari tahap eksplorasi hingga ekstraksi. Pembelajaran dari studi kasus komprehensif, seperti Endapan Gosowong di Halmahera, diharapkan dapat mendorong lahirnya penemuan-penemuan endapan emas baru di Indonesia sekaligus mengoptimalkan efisiensi proses ekstraksinya,” ujarnya.
Melalui kolaborasi dengan MGEI-SC Universitas Negeri Gorontalo, NHM terus memperkuat perannya dalam menjembatani dunia industri dan akademik. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong transfer pengetahuan, meningkatkan kapasitas generasi muda di bidang geosains dan pertambangan, serta mendukung terciptanya sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan industri pertambangan di masa depan. (Tim)











