HALMAHERA UTARA, detiknusa.com – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui Departemen NHM Peduli kembali melanjutkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan menggelar Tahap Kedua Program Penanganan Stunting di wilayah lingkar tambang. Program yang dilaksanakan bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini difokuskan untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui pemberian bantuan gizi, edukasi, dan pendampingan kepada keluarga penerima manfaat.(27/7/2026).
Kegiatan berlangsung secara maraton selama lima hari, mulai 7 hingga 11 Juli 2026, menjangkau lima kecamatan di Halmahera Utara. Pelaksanaan diawali di Kecamatan Malifut pada 7 Juli, dilanjutkan di Kecamatan Kao Teluk (8 Juli), Kecamatan Kao Utara (9 Juli), Kecamatan Kao (10 Juli), dan ditutup di Kecamatan Kao Barat pada 11 Juli 2026. Program ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang telah dimulai sejak 23 April 2026.
Dalam pelaksanaannya, NHM Peduli menyediakan dukungan pendanaan logistik, alat ukur standar untuk pemantauan tumbuh kembang anak, serta nutrisi tambahan yang masih terbatas di sejumlah wilayah. Bantuan tersebut meliputi makanan pendamping bergizi berbasis bahan pangan lokal dan susu formula yang disesuaikan dengan usia anak.
Selain penyaluran bantuan gizi, program juga memberikan penyuluhan mengenai pola makan sehat, edukasi gizi bagi orang tua, serta pengawasan distribusi agar bantuan benar-benar diterima oleh balita yang membutuhkan.
Salah satu warga Desa Samsuma, Firginita Manganguwi, menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan NHM Peduli. Menurutnya, program tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan gizi anaknya.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Hi. Robert dan NHM Peduli atas bantuan makanan tambahannya. Ini sangat membantu memenuhi gizi harian anak kami, Nurfala Arafat. Kami berharap program ini dapat terus berjalan dengan lancar dan sukses,” ujar Firginita.
Sementara itu, Danramil 1508-03/Kao, Kapten Inf. Frans Rishard Komea, mengatakan keterlibatan TNI tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga melalui peran aktif Babinsa yang turun langsung mendampingi pelaksanaan program di lapangan.
“Kami telah mengerahkan personel Babinsa di titik-titik pemukiman yang teridentifikasi memiliki balita stunting untuk berkolaborasi dengan tim NHM Peduli. Tujuannya adalah memastikan proses distribusi makanan tambahan dan susu formula terlaksana dengan efektif dan tepat sasaran,” jelasnya.
Penanggung Jawab Program Stunting NHM Peduli, Munir Radjabessy, mengungkapkan sinergi antara NHM, TNI, dan kader Posyandu telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan evaluasi selama 30 hari setelah pelaksanaan tahap pertama, terjadi peningkatan berat badan dan tinggi badan anak-anak penerima manfaat secara konsisten.
Menurut Munir, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh bantuan nutrisi, tetapi juga oleh pendampingan berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga pola asuh dan pemenuhan gizi anak.
Melalui Program Penanganan Stunting ini, NHM berharap dapat berkontribusi menciptakan generasi Halmahera Utara yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas. Program tersebut juga menjadi wujud komitmen perusahaan bahwa kegiatan industri pertambangan dapat berjalan berdampingan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah lingkar tambang. (Tim)






