Halmahera Utara,detiknusa.com – Seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim SAR gabungan.(13/5/2026).
Operasi pencarian yang berlangsung sejak Sabtu (9/5/2026) melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD Halmahera Utara, MAPALA, relawan, masyarakat setempat hingga Emergency Response Team (ERT) PT Nusa Halmahera Minerals (NHM).
Tim Rescue NHM dipimpin Zakaria Barham bersama Aristo Elly dan Fans Daniel Ambeua turun langsung ke lokasi bencana sehari setelah letusan mematikan Gunung Dukono pada Jumat (8/5/2026).
Dalam proses evakuasi, tim gabungan menghadapi medan terjal dan cuaca buruk di kawasan lereng gunung. Meski demikian, pencarian terus dilakukan demi menemukan seluruh korban yang hilang.
“Di tengah medan yang ganas dan cuaca yang tak bersahabat, bersama Tim SAR gabungan kami terus bergerak dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan. Kami berupaya menembus berbagai keterbatasan demi harapan dapat menemukan seluruh korban,” ujar Komandan Tim ERT NHM, Zakaria Barham, Minggu (10/5/2026).
Dalam operasi tersebut, tim ERT NHM menjalankan sejumlah tugas penting mulai dari pelacakan dan pemetaan lokasi korban, penyisiran area terdampak, pemberian pertolongan pertama hingga proses evakuasi ke titik aman.
Korban pertama atas nama Engel Krishela Pradita ditemukan pada 9 Mei 2026 dalam kondisi meninggal dunia. Sementara dua korban terakhir berhasil ditemukan sehari kemudian, Minggu (10/5), juga dalam kondisi meninggal dunia.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai dan seluruh jenazah telah dipindahkan ke pos penanganan darurat.
Keterlibatan ERT NHM dalam operasi kemanusiaan ini disebut sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap masyarakat di wilayah lingkar tambang. NHM turut mengerahkan sumber daya dan kemampuan personel untuk membantu percepatan penanganan bencana bersama aparat dan relawan. (Tim)











