Halmahera Utara,detiknusa.com – Mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda saat musim kemarau, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggelar Simulasi Tanggap Darurat Karhutla di area tambang Gosowong, Selasa (30/9).
Kegiatan tersebut melibatkan 30 peserta dari berbagai departemen, seperti HSE, Security, Civil, hingga NHM Peduli. Tak hanya internal perusahaan, simulasi ini juga menggandeng perwakilan dari Kepolisian Halmahera Utara sebagai bentuk koordinasi lintas sektor dalam menghadapi situasi darurat.(17/10/2025)
Latihan tanggap darurat ini dirancang menyerupai kondisi kebakaran sebenarnya. Para peserta dilatih untuk berkomunikasi cepat, melakukan manuver pemadaman, hingga menggunakan peralatan pemadam di lapangan. Tujuannya, memastikan seluruh personel siap merespons jika kejadian serupa benar-benar terjadi di area tambang.
Koordinator Technical Emergency Response Team NHM, Zakaria Barham, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi mitigasi risiko yang dijalankan perusahaan.
“Simulasi ini penting untuk memastikan setiap personel memahami perannya masing-masing saat situasi darurat. Kesiapsiagaan adalah bentuk tanggung jawab kami, tidak hanya demi keselamatan karyawan, tetapi juga untuk menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Widi Wijaya, Manager Departemen HSE NHM, menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana evaluasi terhadap kesiapan personel serta kondisi sarana dan prasarana yang ada.
Pelaksanaan simulasi ini bukan sekadar memenuhi persyaratan perizinan kawasan hutan. Lebih dari itu, ini adalah uji kesiapan nyata agar tim kami mampu berkolaborasi dengan baik jika menghadapi kebakaran di lapangan,” jelasnya.
Melalui simulasi ini, NHM menegaskan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan di seluruh lini operasional. Selain menjaga keselamatan kerja, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan serta lahan di Indonesia. (Tim)












