Jakarta,detiknusa.com — Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerja sama dengan Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) menggelar kegiatan “MGEI Sharing Knowledge: Geological and Geophysical Survey, Geoscience Data Management in Gold Exploration”, Kamis (27/11). Acara yang berlangsung di Auditorium Tower 2 Lt.2 ITS ini menghadirkan para pakar dari PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) dan PT Puncakbaru Jayatama (PTPJ). (13/12/2025).
Tiga narasumber utama hadir membawakan materi, yakni Mohamad Gilang Firmansyah, S.Si., M.T. (Specialist GIS & Data Management Mine Geology, NHM), Ir. Yoqi Ali Taufan, S.Si., M.T. (Senior Geophysicist, PTPJ), serta Zulkifli, S.T. (Senior Geologist, PTPJ). Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dan menjadi agenda wajib bagi mahasiswa mata kuliah Eksplorasi Mineral dan Batubara serta Pengantar Teknik Pertambangan.
Materi dibagi dalam tiga sesi yang saling melengkapi. Gilang membuka sesi dengan pemaparan mengenai manajemen data geosains terintegrasi, pentingnya standardisasi database, hingga peran hybrid integrated mining data engineer dalam mendukung keputusan eksplorasi berbasis data.
Sesi berikutnya, Yoqi Ali Taufan membahas teknik survei geofisika, akuisisi hingga interpretasi data, serta implementasinya dalam eksplorasi emas. Sementara Zulkifli menyoroti aspek geologi sebagai dasar pemodelan dan penyusunan keputusan teknis di lapangan.
Gilang menyebut kegiatan tersebut menjadi jembatan penting antara teori perkuliahan dan praktik industri.
“NHM membawa perspektif lapangan yang nyata, termasuk bagaimana data eksplorasi, survei geofisika, dan manajemen database diterapkan langsung untuk mendukung operasi tambang secara efektif dan berkelanjutan. Wawasan ini penting bagi mahasiswa untuk memahami standar industri dan peluang karier ke depan,” ujarnya.
Melalui forum ini, peserta memperoleh gambaran menyeluruh mengenai alur kerja eksplorasi emas modern, mulai dari akuisisi data lapangan, pemrosesan geologi–geofisika, hingga penerapannya dalam pengambilan keputusan teknis. Mereka juga mendapat informasi terkait teknologi terbaru, standar industri, serta kolaborasi multidisiplin dalam meningkatkan efektivitas eksplorasi.
Salah satu peserta, Intana Auradita, mahasiswa Teknik Geofisika ITS, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini.
“Materinya sangat menarik dan mudah dipahami, apalagi visualisasi slide yang membuat penyampaian tidak membosankan. Sesi interaktif dengan doorprize juga menambah semangat peserta. Acara ini informatif dan memberi banyak wawasan baru,” katanya.
Acara ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan antara akademisi dan praktisi, sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan dunia pertambangan modern. (Tim)












