Halmahera Utara, detiknusa.com – Pengelolaan sejumlah program yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Sabaleh, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menjadi sorotan warga. Pasalnya, beberapa kegiatan yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2024–2025 diduga bermasalah dan tidak direalisasikan sesuai perencanaan.
Seorang warga Desa Sabaleh yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan adanya dugaan program fiktif serta ketidaksesuaian realisasi anggaran pada sejumlah kegiatan desa. Ia menyebut, terdapat dugaan keterlibatan bendahara desa dan pejabat kepala desa dalam pengelolaan anggaran yang dinilai tidak transparan.
“Banyak program yang tidak jelas realisasinya. Ada yang diduga fiktif, ada juga pekerjaan yang tidak selesai sampai sekarang,” ujar warga tersebut kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026).
Ia mencontohkan, proyek penerangan jalan desa yang dianggarkan sekitar Rp 46 juta untuk 11 unit tiang lampu hingga kini belum diselesaikan. Bahkan, sebagian tiang yang terpasang diduga menggunakan tiang bekas, bukan material baru sebagaimana tercantum dalam perencanaan.
Selain itu, warga juga menyoroti program ketahanan pangan yang dianggarkan sebesar Rp 350 juta. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh masyarakat, realisasi belanja program tersebut diduga hanya sekitar Rp 150 juta.
“Kalau anggarannya Rp 350 juta, tapi yang dibelanjakan hanya sekitar Rp 150 juta, lalu sisa anggaran itu ke mana?” katanya mempertanyakan.
Tak hanya itu, warga juga menyebut adanya dugaan pengelolaan anggaran desa dengan nilai total mencapai sekitar Rp 600 juta yang dinilai bermasalah dan perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Masyarakat Desa Sabaleh berharap pemerintah daerah serta aparat pengawas internal maupun penegak hukum dapat turun tangan untuk melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap penggunaan Dana Desa dan ADD di desa tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, detiknusa.com masih berupaya mengonfirmasi pejabat kepala Desa Sabaleh dan pihak terkait lainnya guna memperoleh klarifikasi atas dugaan tersebut. (ate)












